Blog‎ > ‎

The Power of "GRATIS"

posted May 1, 2011, 2:05 AM by Budi Rakhmat   [ updated May 1, 2011, 6:21 AM ]

Manusiawi jika kita dihadapkan pada pilihan bayar atau "GRATIS"? sepertinya secara reflek pilihan kita jatuh pada opsi terakhir. Pada intininya "GRATIS" sangat merangsang untuk kita pilih apapun perdebatanya termasuk alasanya. Jurus ini masih ampuh sepertinya dan masih jadi salah satu amunisi untuk mareketing atau kampaye menyukseskan suatu program. Beberapa diantaranya: Beli satu, gratis satu ..... sekolah gratis ..... Gratis bicara sepuasnya ..... Tambah daya gratis ..... Berobat gratis ..... Operating System gratis .....  ada juga Naik gratis turun bayar ..... (Jadi ingat stiker yang nempel di angkot)

Dari setiap yang gratis biasanya ada udang dibalik "GRATIS", bisa saja beli satu gratis satu, padahal harganya sudah mecakup keduanya. Sekolah gratis atau berobat gratis sudah dibayar dari berbagai pungutan pajak. Gratis bicara sepuasnya karena tidak ada biaya interkoneksi antar operator. Tambah daya gratis agar bermigrasi ke perangkat baru dan daya yang lebih tinggi tentunya tarif mengikuti juga. Operating system gratis, minimal ada biaya untuk download dan beli kopi dan kacang untuk menunggu download complete. Jadi..... yang benar-benar gratis itu apa ? Menghirup oksigen sepertinya yang masih gratis, kecuali jika sedang sakit dipasangin selang oksigen.

Meskipun "GRATIS" tidak sepenuhnya "GRATIS", ada baiknya kita mengambil manfaat darinya, daripada mubazir. Nikmatilah gratis dengan penuh kebijaksanaan. Biasanya yang gratis jika berhubungan dengan services SLA-nya payah.Telpon terputus-putus, berobat gratis susah ngurusnya, sekolah gratis asal-asalan programnya. Jadi jika pilih opsi gratis siap-siap berlapang dada jika SLA tidak terpenuhi. Gratis aja koq nuntut SLA ......(nasiiiiiib deh...)


Dari tadi di bahas pemberi gratisanya saja, bagaimana dengan penerima gratisan? Terlepas dari kegratisanya, sepertinya pemburu gratisan sudah siap mental dan lewgowo dengan Term and Conditionya.

Ternyata tidak selamanya sesuatu yang "GRATIS" berpengaruh positif, paling tidak buat saya. Contoh nyatanya dengan web ini gratis, maka akibatnya hampir dua tahun lahan yang diberikan gratis paman Google terbengkalai tak pernah saya garap. Padahal saya masih ingat semangat untuk membuat web ini sebelumnya sangat kuat, diawali dengan hunting-hunting referensi, konsep, sampai tempat hosting. Senangnya dapat lahan gratis untuk menyalurkanya, tapi ternyata terbengkalai bertahun-tahun. wekekekeke.......
Saya jadi mikir, untung gratis coba kalau suruh bayar ? Selain tekor, bisa-bisa mantan pacar manyun deh .....

Jadi kesimpulanya apa? Tidak boleh gratis?

Semua kembali kepada masing-masing yang jelas manfaatkan gratis semaksimal mungkin. Jangan sampai udah gratis tidak ada manfaatnya. Sebaiknya tidak mengandalkan segala sesuatu kepada gratisan, biasakan kita mendapatkan sesuatu dengan membayarnya, agar ada motivasi dan kesungguhan. Gratis tidak dapat manfaat aja rugi apalagi bayar pasti bete deh...

Kata penutup, exploitasilah sesuatu yang gratis dengan maksimal. Bravo "GRATISAN" ............................. 
Comments